Bagaimana Mengatur Waktu, Membangun Bisnis Pribadi Sambil Bekerja

Saya menerima tantangan untuk melakukan push up 100 kali sekali jalan. Buat saya yang tak pernah latihan beladiri lagi sejak bertahun-tahun lalu angka ini mengejutkan sekaligus menantang. 

Tapi yang terpenting kejadian ini menantang diri saya untuk berpikir. Saya penasaran bagaimana caranya berlatih agar bisa push up 100 kali sekali jalan dalam waktu 3 bulan? Atau dalam 1 bulan. Saya memutuskan untuk melakukannya dalam 3 bulan setelah melihat kondisi tubuh saya sendiri yang tak muda lagi.

Ternyata caranya sederhana: tingkatkan kemampuan push up setiap minggunya. Mulai dari kapasitas saya saat itu yaitu 30 push up. Meningkat setiap minggunya secara bertahap. Hingga mencapai angka 100 kali push up sekali jalan. Percayalah prosesnya menyakitkan. Tapi saya belajar sangat banyak.

Terutama saya jadi sepenuhnya menyadari satu hal. Bahwa untuk mencapai suatu hasil prosesnya harus dilakukan dengan bertahap. Bagian demi bagian secara konsisten.

Hal yang sama juga saya lakukan dengan membangun kembali bisnis saya. Mulai secara bertahap. Saya membangunnya lagi dari awal sembari bekerja sebagai profesional. Dengan waktu yang terbatas, cara terbaik membangun usaha adalah dengan sedikit demi sedikit, dibangun setiap hari.

Entah anda seorang mahasiswa atau seorang senior manager dengan 1000 orang karyawan, kita semua punya 24 jam sehari. Tak lebih tak kurang. Yang membedakan adalah kemampuan seseorang dalam mengelola waktunya.

Jadi untuk membangun usaha sambil bekerja, lakukanlah secara bertahap. Setiap hari, sedikit demi sedikit. Bagian demi bagian. Karena waktu yang kita miliki terbatas. Saya memilih untuk memulainya dari bagian terdepan: marketing. Dengan media internet. Sedikit demi sedikit. Karena cara inilah yang paling sesuai dengan kondisi saya.

Disiplin itu mutlak

Tak pernah saya temukan pengusaha sukses yang berhasil membangun usahanya tanpa disiplin. Kita semua melakukannya setiap hari tanpa kita sadari. Kalau anda masih bekerja setiap hari ke kantor maka anda wajib datang bekerja dengan disiplin. Itu kalau anda masih ingin menerima gaji di akhir bulan. 

Yang sulit adalah tetap disiplin saat yang anda lakukan selama berbulan-bulan. Untuk sesuatu yang masih di awang-awang. Lalu tak kunjung terlihat hasilnya. Itulah sebabnya membangun usaha sambil tetap bekerja itu sangat menantang.

Karena tak ada sanksi apapun dari siapapun. Apalagi bila anda ada di posisi manajerial bergaji tinggi. Ini akan terasa lebih sulit. Karena semuanya masih baik-baik saja. Masih ada gaji di akhir bulan. Semuanya baik-baik saja.

Tapi jika mimpi untuk memiliki usaha itu cukup kuat. Maka disiplin untuk terus membangun usaha anda adalah hal yang mutlak. Saya melakukannya selama 1 hingga 2 jam pada hari Senin sampai Jumat. Saya lakukan 4 hingga 8 jam pada hari Sabtu dan Minggu. Sembari beristirahat dan meluangkan waktu dengan keluarga. Semuanya harus diatur dan dilakukan dengan disiplin.

Saya membuat rencana untuk itu semua. Rencana untuk aktifitas harian saya. Bukan rencana atas hasilnya. Itu dua hal yang berbeda.

Pentingnya berpikir dan membuat rencana

Selama beratahun-tahun saya selalu beranggapan bahwa berpikir itu hal yang alami. Semuanya terjadi otomatis. Bukan proses yang perlu dilatih secara sengaja. Ternyata saya salah. Berpikir harus dilakukan dengan sengaja dan sadar. Perlu menyiapkan waktu khusus untuk itu.  Kapan terakhir anda meluangkan waktu untuk diam dan berpikir secara sengaja? Faktanya jarang sekali orang melakukan ini dengan sadar.  Kebanyakan melakukannya otomatis. Semuanya secara spontan. 

Membangun usaha sambil bekerja mencari nafkah untuk keluarga adalah proses yang kompleks, melelahkan. Maka menggunkan waktu dengan efektif menjadi sangat penting. Ditengah kerumitan macam ini, diam dan berpikir adalah proses yang luar biasa penting. Terutama jika ingin menghasilkan hasil terbaik dalam waktu terbatas. Jadi luangkanlah waktu setiap minggunya untuk diam dan berpikir. Lakukan evaluasi untuk minggu lalu dan buat rencana untuk minggu depan. Lakukan setiap minggu.

Maka luangkan waktu setiap minggu untuk diam dan berpikir. Buat rencana. Lakukan evaluasi. Tuliskan dalam jurnal harian. Saya melakukannya setiap hari.

Menentukan prioritas, kenali kelebihan dan kekurangan

Seringkali saya menulis proses berpikir saya. Dalam buku harian. Melihat kembali kesalahan yang saya buat. Membuat rencana untuk melakukan perbaikan. Lalu yang terpenting: menentukan prioritas. Ini juga hal yang sering dilupakan. Sekali lagi waktu yang kita miliki itu terbatas.

Melakukan semua hal di saat yang bersamaan dalam waktu terbatas. Lalu semuanya dilakukan sendiri bukanlah hal yang bijaksana. Tentukan prioritas. Sederhanakan semuanya. Buatlah segalanya menjadi sesederhana dan sefokus mungkin lalu jadikan prioritas.

Secara bisnis, bagian apa yang ingin dibangun dulu? Produksi kah? Marketing kah? Jawabannya tergantung situasi dan kondisi anda masing-masing. Saya memilih memulainya dari marketing.  Terutama dengan digital marketing. Lebih khusus lagi dengan cara belajar membuat iklan berbayar di Facebook dan Google. Diikuti dengan membuat blog. Lalu secara  organik melalui Facebook dan Instagram. Untuk saya urutannya seperti itu.

Urutan ini saya buat karena saya masih bisa menyisihkan dana untuk beriklan, dan menyisihkan waktu untuk belajar. Selain itu saya ingin bisa melihat dengan cepat hasil dari sebuah ide bisnis yang saya miliki. Sebelum memutuskan untuk membangunnya secara sistematik.

Untuk anda mungkin berbeda. Amati situasi anda lalu buatlah prioritas. Kemudian lakukan dengan sungguh-sungguh. Dengan sebaik-baiknya. 

Selanjutnya eksekusi

Eksekusi untuk fokus tertentu dengan disiplin dan konsistensi adalah bagian terbesarnya. Tanpa eksekusi semuanya hanya mimpi. Bagi saya, saya melakukannya di waktu istirahat kantor. Setelah pulang kerja. Hari Sabtu, dan Minggu. Juga di hari-hari libur. 

Eksekusi secara terfokus, itu kata kuncinya. Ini seperti air yang menetes diatas batu secar terus menerus, selama bertahun-tahun. Hasilnya batu yang keras akan berlubang juga. Itu analogi terbaik untuk eksekusi yang fokus. Perhatikan dua kata ini: eksekusi dan fokus.

Hasil maksimal akan sulit dicapai jika anda melakukan begitu banyak hal, di waktu yang terbatas. Dengan sumberdaya yang juga terbatas. Itulah sebabnya eksekusi secara terfokus itu sangat penting. Katakanlah anda seorang akuntan di kantor dan sudah punya beberapa pelanggan. Anda melayani mereka sendiri di luar jam kerja.

Dengan waktu yang terbatas, maka fokus anda mungkin bukan marketing. Tapi mengalihdayakan pekerjaan itu ke orang lain. Atau menggunakan teknologi untuk membuat pekerjaan selesai lebih cepat. Tentu kualitas harus sama.

Setelah ini berhasil anda bisa fokus pada marketing untuk menambah klien. Ujungnya jelas: anda punya banyak klien yang profitnya bisa menggantikan gaji bulanan. Dalam hal ini fokus peratama anda adalah operasional. Bukan marketing. Untuk usaha lain fokusnya mungkin akan berbeda.

Demikianlah, membangun bisnis sembari masih bekerja adalah hal yang menantang. Tapi bisa dilakukan. Selamat mencoba!

Related post