Last Updated:

Sudah Ada Media Sosial, Mengapa Harus Punya Website? Inilah 5 Alasannya

Eka
Eka


Di era digital ini, media sosial menjadi salah satu platform yang paling populer untuk berbisnis. Dengan media sosial, pelaku bisnis dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan membangun hubungan dengan pelanggan mereka. Namun, apakah media sosial sudah cukup untuk menjalankan bisnis?

Jawabannya adalah tidak. Media sosial hanyalah salah satu bagian dari strategi pemasaran digital yang lengkap. Selain media sosial, pelaku bisnis juga perlu memiliki website. Website memiliki banyak keunggulan dibandingkan media sosial, antara lain:

1. Website itu toko, media sosial adalah iklannya

Website adalah tempat di mana Anda dapat menampilkan semua informasi tentang bisnis Anda, mulai dari produk atau layanan yang ditawarkan, hingga informasi kontak dan sejarah perusahaan. Website juga dapat digunakan untuk menjual produk atau layanan secara online.

Sementara itu, media sosial lebih berfungsi sebagai alat untuk mempromosikan bisnis Dengan media sosial,  informasi tentang bisnis dapat dibagikan kepada audiens yang lebih luas. Namun, media sosial tidak dapat menggantikan website sebagai tempat untuk menampilkan informasi lengkap tentang suatu bisnis.

Contoh:
Sebuah toko pakaian memiliki website yang menampilkan koleksi pakaiannya, informasi kontak, dan alamat toko. Website ini juga memungkinkan pelanggan untuk memesan pakaian secara online.

Sementara toko pakaian tersebut beriklan di Instagram, Facebook, Blog, TikTok atau YouTube Shorts yang menampilkan koleksi pakainnya, informasi kontak, dan lokasi butik. Semua iklan melalui jalur media sosial mengarah kepada websitenya.

2. Website itu milik anda, media sosial adalah milik perusahaanya masing-masing

Website adalah milik Anda sepenuhnya. Anda dapat mengontrol apa saja yang ada di website Anda, mulai dari konten hingga desainnya. Sementara usaha anda, adalah sepenuhnya dalam kendali anda.

Sementara itu, media sosial adalah milik perusahaan masing-masing. Dan sebagaimana layaknya suatu perusahaan, kadang naik kadang turun. Atau bahkan tutup. Hal semacam ini diluar kendali pengguna media sosial tersebut. 


Contoh:
Website sepenuhnya milik perusahaan selama masih dibutuhkan, selama domainnya dibayar, maka website itu akan tetap aktif. Semua leads, atau transaksi yang masuk pasti menjadi milik pemilik website.

Sementara untuk media sosial perusahaan itu bisa tutup atau buka kapan saja tergantung mereka. Sudah banyak contoh media sosial yang tutup. Diantaranya: MySpace, LiveJournal, Google+, Orkut, Koprol, dll. 

Bayangkan jika penjualan suatu perusahaan sepenuhnya mengandalkan pembeli dari media sosial ini. 


3. Website itu anda yang atur, media sosial punya aturannya sendiri, tak boleh sembarangan

Anda dapat mengatur website Anda sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Anda dapat menambahkan fitur-fitur baru atau mengubah desain website Anda kapan saja.

Sementara itu, media sosial memiliki aturan dan kebijakannya sendiri yang harus Anda patuhi. Misalnya, Anda tidak boleh memposting konten yang mengandung unsur SARA atau pornografi. Anda juga tidak boleh menggunakan media sosial untuk menyebarkan berita bohong atau ujaran kebencian.

Contoh:
Sebuah perusahaan memiliki website yang menampilkan informasi tentang produk supplemen peninggi badan. Perusahaan tersebut dapat menambahkan konten apa saja ke websitenya, tanpa harus meminta izin dari pihak ketiga.

Tapi juga perusahaan ini mencoba beriklan tentang produk suplemennya di Facebook, maka Facebook akan langsung menutup akun iklan tersebut. Karena itulah kebijakan perusahaan tersebut.  Situasinya akan sangat rumit jika hal-hal semacam ini tak dipahami.



4. Website bisa aktif selama anda inginkan, media sosial bisa di-suspend kapan saja

Website Anda akan tetap aktif selama Anda membayar hosting dan domainnya. Tidak perlu khawatir website akan di-suspend atau diblokir oleh pihak ketiga misalnya pemerintah. Tentu selama melakukan kegiatan usaha yang sah.

Sementara itu, media sosial bisa ditutup di suatu negara oleh perusahaannya masing-masing kapan saja. Atau ditutup oleh pemerintah suatu negara karena alasan apapun. 

Contoh:
Banyak selebgram di Rusia yang seketika kehilangan mata pencahariannya karena Instagram ditutup sepenuhnya oleh pemerintah Rusia karena perang Rusia-Ukraina. Sementara itu, Tweeter, Facebook, dan Google tidak boleh aktif di China. Artinya kalau ingin menjangkau pasar China, semua media sosial diatas tak bisa digunakan. Tapi website kemungkinan tetap bisa.

Website bisa dikombinasikan dengan Tweeter, Facebook, dan Google versi China. Maka usahapun bisa berlanjut.

5. Dengan Website anda bisa membuat akun media sosial sebanyak yang anda mau. Lalu arahkan ke website.

Dengan memiliki website, Anda dapat membuat akun media sosial sebanyak yang Anda mau. Anda dapat menggunakan akun media sosial tersebut untuk mempromosikan website Anda. Setiap kali muncul platform baru, anda bisa membuat akun di platform tersebut. 

Ada sangat banyak tools di internet yang bisa membantu mengatur belasan akun media sosial ini seketika dengan mudah.

Contoh:
Beberapa waktu yang lalu dunia maya sempat heboh dengan kemunculan Thread, aplikasi media sosial milik Facebook yang mirip dengan X atau Tweeter. Pengusaha yang sudah mahir bermedia sosial langsung berbondong-bondong membuat akun disini. Kemudian diarahkan ke websitenya masing-masing.

Website dan media sosial adalah dua platform yang saling melengkapi untuk berbisnis di era digital. Website adalah tempat di mana Anda dapat menampilkan informasi lengkap tentang bisnis Anda, sedangkan media sosial adalah alat untuk mempromosikan bisnis Anda.

Dengan memiliki website, Anda dapat membangun bisnis yang lebih kredibel dan profesional. Anda juga dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan Anda.

Lucunya banyak artis atau influencer yang sangat terkenal di Youtube atau Instagram melupakan pentingnya website. Sebagai pengusaha, jangan mengulangi kesalahan mereka. 

Karena begitu media sosial tersebut bermasalah dengan pemerintah, kena suspend, atau kena hack, maka sumber penghasilan bisa hilang seketika!!

 

image credit: Pexels

Eka

Eka

Seorang bapak dengan tiga anak, seorang pengusaha dan juga seorang developer Python, data scientist, dan blogger.

Selain sedang membangun usaha dengan sang istri, saat ini juga masih bekerja sebagai data scientist dan insinyur kecerdasan buatan di sebuah perusahaan telekomunikasi utama di Indonesia.

Belum berencana pensiun dalam waktu dekat, dan masih terus mengembangkan usaha kearah online. Jika anda merasa satu frekwensi, lanjutkan membaca blog ini.

Related posts

Ilustrasi Penjualan dan Pemasaran

Penjualan dan Pemasaran, Dasar Semua Bisnis. Inilah 5 Caranya