Last Updated:
Ilustrasi Dari Pegawai Jadi Pengusaha

Dari Pegawai Jadi Pengusaha, Bagaimana Caranya

Eka
Eka Belajar Bisnis

Banyak yang ingin punya usaha sendiri. Mahasiswa, pegawai, ibu rumah tangga, atau siapapun. Tapi bingung harus mulai darimana. Belum lagi resikonya, kalau gagal bagaimana? Trus modalnya darimana? Dua hal ini hampir selalu menjadi "Masalah" untuk pengusaha pemula: Modal, dan takut gagal. Kalau anda juga merasa begitu, silahkan lanjutkan membaca.

Bagi mereka yang lahir dari keluarga pengusaha, atau pedagang, hal-hal semacam ini modal dan naluri untuk mengatasi kegagalan seolah mengalir begitu saja. Semuanya serba alamiah. Tapi tidak bagi mereka yang lahir dari keluarga pegawai yang tak pernah berusaha sama sekali. 

Dulu saya bingung kenapa bisa begitu. Ada teman yang secara alami berbakat menjadi pengusaha, sedangkan saya tidak. Sekarang saya paham kenapa begitu. Dan itu semua ada penjelasan yang sangat ilmiah dibelakangya. Saya akan buat artikel khusus untuk ha lini nanti. Sedangkan tulisan ini adalah untuk anda yang seperti saya dulu: tidak berbakat, bukan keluarga pengusaha, dan nabrak sana-sini. 

Jadi Perantara atau Jadi Sales Dulu

Darimana mulainya? Takut gagal? Tidak punya modal? Dua masalah ini adalah dua hal yang sangat tidak layak dijadikan alasan. Mengapa? Karena keduanya tidak realistis. Inilah alasannya. Pertama, tidak punya modal. Untuk memulai usaha, anda tak harus punya modal. Kalau baru belajar anda bisa belajar dengan menjadi sales freelance pada bidang usaha yang menjadi minat anda. 

Kalau anda tertarik dengan dunia properti anda bisa mulai dengan bergabung sebagai agen properti. Kalau tertarik di bisnis makanan, anda bisa memulai dengan menjual makanan hasil produksi teman saudara, tetangga anda dan mendapat komisi dari situ. Tujuannya adalah mengenali industrinya. Mengenali kompetisinya. Mengenal kelebihan-kekurangan masing-masing produsen. 

Anda bisa belajar sangat banyak hal disini tanpa harus keluar modal sepeserpun, bahkan dibayar dalam prosesnya. Syaratnya cuma satu: mau berusaha, mau meluangkan wakti. Mau belajar. 

Hanya dengan satu langkah ini saja, masalah kedua juga bisa selesai. Takut gagal! Dengan bergabung sebagai sales atau perantara di usaha milik orang lain, anda tak usaha khawatir dengan takut gagal. Karena kalau tidak berhasil menjual anda tak rugi apapun. 

Mulai Dengan Affiliate atau Dropshipping

Bagaimana kalau anda masih bekerka, sibuk dan tak ada waktu. Jika ini masalah anda maka anda bisa memulainya dengan cara online. Ini juga tak perlu modal. Anda bisa mengambil foto produk dari Tokopedia, Lazada, atau Shopee kemudian menjualnya di Facebook market place.  Lihat reaksi pasar disitu. Anda juga bisa pasarkan ke teman-teman di Facebook atau Instagram.

Jika ingi lebih jauh, anda bisa memulai dengan dropshipping, kombinasikan dengan iklan di Facebook, TikTok atau Instagram. Sementara produk bisa diambil dari marketplace. Beli produk hanya kalau ada order. Percayalah, dengan melakukan ini saja, anda bisa menghasilkan banyak uang jika dilakukan dengan baik.

Seperti juga dengan menjadi perantara offline tadi, dropshipping pada dasarnya sama. Hanya saja yang ini online. Dropshipping hanyalah salah satu caranya. Di internet ada sangat banyak yang bisa dilakukan bila ingin berbisnis sambil kuliah atau bekerja.

Cara lain adalah dengan affiliate marketing. Ini adalah memasarkan produk milik orang lain. Biasanya berupa produk digital, walau tak selalu digital. Dan anda mendapatkan komisi bila terjadi penjualan.

Satu kelebihan dengan pemasaran melalui internet adalah pasar yang praktis tak terbatas. Anda bisa menjual produk di Amerika, Eropa atau sekedar lokal saja. Batasanya hanya imajinasi anda sendiri.

Dengan dua cara diatas saja, sesungguhnya tak ada alasan untuk tidak memulai usaha. Apapun kondisi anda. Tak ada modal bukanlah alasan, takut gagal juga bukan alasan. 

image credits pexels.com